Hampir semua interview diakhiri dengan kalimat yang sama: "Ada yang ingin Anda tanyakan?" Banyak kandidat langsung menjawab "Tidak, Bu, sudah jelas semua" karena gugup atau bingung. Padahal ini kesempatan emas. Dengan daftar pertanyaan untuk HRD saat interview yang sudah kamu siapkan, kamu menunjukkan bahwa kamu serius, paham posisi yang dilamar, dan sedang menilai apakah perusahaan itu cocok untukmu juga.
Di artikel ini, kita bahas pertanyaan apa saja yang layak diajukan, kapan menanyakannya, dan apa yang sebaiknya jangan ditanyakan.
Kenapa Kamu Perlu Bertanya Balik ke HRD?
Interview itu bukan sidang satu arah. Perusahaan menilai kamu, dan kamu juga berhak menilai perusahaan. Ada tiga alasan kenapa bertanya balik itu penting:
- Menunjukkan minat nyata. Pertanyaan yang spesifik menandakan kamu sudah riset, bukan sekadar menyebar lamaran di Jobstreet, Glints, atau Kalibrr.
- Membantu kamu mengambil keputusan. Kamu jadi tahu ekspektasi kerja, budaya tim, dan jenjang karier sebelum menandatangani kontrak.
- Meninggalkan kesan terakhir yang baik. HRD biasanya ingat kandidat yang menutup sesi dengan pertanyaan berkualitas.
Jadi, jangan anggap sesi tanya jawab ini formalitas. Anggap sebagai bonus poin.
Daftar Pertanyaan untuk HRD saat Interview Berdasarkan Topik
Siapkan 3–5 pertanyaan, lalu pilih yang paling relevan setelah mendengarkan penjelasan HRD. Berikut daftar pertanyaan untuk HRD saat interview yang bisa kamu sesuaikan.
1. Seputar Peran dan Ekspektasi Kerja
- "Seperti apa gambaran tugas harian untuk posisi ini?"
- "Apa tantangan terbesar yang biasanya dihadapi orang di posisi ini?"
- "Dalam 3 bulan pertama, apa yang diharapkan bisa saya capai?"
- "Bagaimana perusahaan mengukur keberhasilan di posisi ini (KPI)?"
Pertanyaan ketiga favorit para recruiter karena menunjukkan kamu sudah berpikir tentang kontribusi, bukan hanya fasilitas.
2. Seputar Tim dan Budaya Kerja
- "Saya akan bekerja dengan tim seperti apa, dan berapa jumlah anggotanya?"
- "Bagaimana pola komunikasi tim sehari-hari, lebih sering lewat meeting atau chat?"
- "Apakah sistem kerjanya WFO, hybrid, atau remote?"
- "Menurut Ibu/Bapak, apa yang membuat karyawan betah di perusahaan ini?"
3. Seputar Pengembangan Karier
- "Apakah ada program pelatihan atau pengembangan skill untuk karyawan?"
- "Seperti apa jalur karier yang biasanya ditempuh dari posisi ini?"
- "Bagaimana proses evaluasi kinerja dilakukan, dan seberapa sering?"
Buat fresh graduate, pertanyaan soal pelatihan terasa sangat wajar dan menunjukkan kamu mau berkembang.
4. Seputar Proses Seleksi Selanjutnya
- "Setelah ini, tahap seleksi berikutnya apa saja?"
- "Kira-kira kapan saya bisa mengharapkan kabar dari tim HR?"
- "Apakah ada dokumen tambahan yang perlu saya siapkan?"
Pertanyaan ini praktis dan wajib kamu tanyakan supaya tidak menunggu tanpa kepastian. Kalau sampai tenggat waktu belum ada kabar, kamu bisa follow up dengan sopan.
Pertanyaan yang Sebaiknya Dihindari
Tidak semua pertanyaan cocok diajukan, terutama di interview pertama. Hindari:
- "Perusahaan ini bergerak di bidang apa?" Jawabannya ada di website dan LinkedIn mereka. Pertanyaan ini terkesan kamu tidak riset.
- "Berapa hari cuti saya?" atau "Boleh pulang cepat tidak?" di awal proses. Wajar ditanyakan, tapi nanti setelah ada tanda-tanda kamu akan diterima.
- "Gajinya berapa?" dengan nada langsung. Kalau HRD belum membahasnya, tanyakan dengan halus, misalnya, "Boleh saya tahu range gaji untuk posisi ini?" Untuk strateginya, kamu bisa baca panduan negosiasi gaji saat interview.
- Pertanyaan yang sudah dijawab tadi. Ini menandakan kamu kurang menyimak.
- Pertanyaan negatif, seperti "Apa kekurangan perusahaan ini?" Ganti dengan versi positif: "Tantangan apa yang sedang ingin diselesaikan tim saat ini?"
Cara Menyampaikan Pertanyaan agar Terkesan Profesional
Isi pertanyaan penting, tapi cara menyampaikannya juga menentukan. Beberapa tips yang bisa langsung kamu praktikkan:
- Catat pertanyaan di notes. Membawa catatan kecil itu sah dan justru terlihat terorganisasi.
- Sesuaikan dengan percakapan. Kalau HRD sudah menjelaskan jam kerja, jangan tanyakan lagi. Ganti dengan pertanyaan lanjutan.
- Awali dengan kalimat sopan, misalnya "Terima kasih atas penjelasannya, Bu. Saya ingin bertanya mengenai..."
- Jangan memborong. Tiga sampai lima pertanyaan sudah cukup. Hargai waktu HRD.
- Dengarkan jawabannya. Kamu bisa menanggapi singkat, misalnya "Menarik sekali, berarti tim sering kolaborasi lintas divisi ya, Bu."
Contoh Dialog Singkat
HRD: "Ada yang ingin Anda tanyakan sebelum kita tutup?"
Kamu: "Ada, Bu. Untuk posisi Admin Sales ini, apa target yang diharapkan tercapai dalam tiga bulan pertama? Saya ingin memastikan bisa langsung berkontribusi."
Singkat, spesifik, dan terdengar proaktif.
Sesuaikan dengan Situasimu
Pertanyaan terbaik tergantung posisi kamu saat ini:
- Fresh graduate: fokus pada pelatihan, onboarding, dan mentor. Contoh: "Apakah ada program orientasi untuk karyawan baru?"
- Lulusan SMA/SMK: tanyakan alur kerja, sistem shift, dan peluang naik level. Contoh: "Apakah ada kesempatan pindah ke posisi yang lebih tinggi setelah beberapa waktu?"
- Pekerja yang ingin pindah kerja: tanyakan hal strategis, seperti arah bisnis perusahaan, struktur tim, dan alasan posisi ini dibuka. Contoh: "Posisi ini baru dibuat atau pengganti karyawan sebelumnya?"
- Melamar ke BUMN: tanyakan soal program pengembangan talenta, sistem rotasi, dan jenjang jabatan, karena budaya kerjanya cenderung terstruktur.
Sebelum interview, lakukan riset singkat lewat website resmi, LinkedIn perusahaan, dan ulasan karyawan. Dari situ kamu bisa menyusun pertanyaan yang lebih tajam.
Persiapan Lain Sebelum Hari Interview
Pertanyaan bagus akan terasa percuma kalau CV-mu tidak lolos sampai tahap interview. Pastikan CV rapi, mudah dibaca sistem ATS, dan menonjolkan pencapaian. Kamu bisa memakai KerjaCV untuk membuat CV ATS dengan format bersih tanpa biaya, sehingga waktumu bisa fokus latihan menjawab dan menyiapkan pertanyaan.
Terakhir, setelah interview kirim ucapan terima kasih singkat lewat email atau WhatsApp. Kamu bisa menyelipkan satu hal yang kamu ingat dari obrolan, misalnya soal program pelatihan tim. Ini menambah kesan personal dan profesional.
Kesimpulan
Sesi tanya jawab di akhir interview adalah panggung kecilmu untuk menutup dengan meyakinkan. Pilih pertanyaan yang relevan dari daftar pertanyaan untuk HRD saat interview di atas, hindari pertanyaan yang jawabannya mudah dicari, dan sampaikan dengan sopan. Dengan persiapan 10–15 menit, kamu bisa tampil lebih percaya diri dan lebih siap memilih tempat kerja yang tepat.
Siap melangkah ke tahap interview? Mulai dari CV yang kuat dulu. Buat CV ATS gratis di KerjaCV dan tingkatkan peluangmu dilirik HRD.