Cara membuat CV bahasa Inggris sering bikin bingung, terutama kalau kamu baru pertama kali melamar ke perusahaan multinasional, startup regional, atau lowongan remote di Jobstreet, LinkedIn, dan Glints. Tenang, kamu tidak perlu jago grammar untuk lolos. Yang dicari HRD adalah CV yang jelas, rapi, dan mudah dipahami. Mari kita bahas langkahnya satu per satu.
Kapan Kamu Perlu CV Bahasa Inggris?
Tidak semua lowongan menuntut CV English. Biasanya kamu memerlukannya ketika:
- Iklan lowongan di Jobstreet, Kalibrr, atau LinkedIn ditulis dalam bahasa Inggris.
- Kamu melamar ke perusahaan multinasional, hotel, perusahaan ekspor-impor, atau startup dengan tim regional.
- Kamu mengincar kerja remote untuk klien luar negeri atau program magang internasional.
- Posisinya menuntut komunikasi rutin dengan klien atau tim dari luar Indonesia.
Aturan gampangnya: ikuti bahasa yang dipakai di iklan lowongan. Kalau iklannya berbahasa Indonesia dan tidak ada permintaan khusus, CV bahasa Indonesia sudah cukup.
Cara Membuat CV Bahasa Inggris Langkah demi Langkah
1. Pilih Format Sederhana dan Satu Kolom
Sistem ATS (Applicant Tracking System) lebih mudah membaca CV yang polos. Pakai font standar seperti Arial atau Calibri ukuran 10–12, hindari tabel rumit, ikon, dan grafik bar untuk skill. Simpan dalam format PDF kecuali perusahaan meminta format lain.
Perhatikan juga perbedaan budaya. Pada CV standar internasional, data seperti agama, status pernikahan, tinggi badan, dan usia biasanya tidak dicantumkan. Foto pun umumnya tidak wajib. Kalau perusahaan tidak memintanya, lebih aman dihilangkan.
2. Tulis Header dan Kontak dengan Benar
Cukup tulis hal yang relevan:
- Nama lengkap (huruf besar di awal tiap kata)
- Kota dan negara, misalnya Bandung, Indonesia
- Nomor telepon dengan kode negara, misalnya +62 812-xxxx-xxxx
- Email profesional, contoh: rina.putri@gmail.com (bukan rinacantik99@...)
- Link profil LinkedIn atau portofolio
3. Pakai Judul Bagian yang Standar
Gunakan istilah yang biasa dikenali ATS dan recruiter:
- Professional Summary: ringkasan profil
- Work Experience: pengalaman kerja
- Education: pendidikan
- Skills: keahlian
- Certifications: sertifikasi
- Organizational Experience atau Projects: pengalaman organisasi/proyek, penting untuk fresh graduate
4. Tulis Pengalaman dengan Action Verb dan Hasil
Jangan cuma menulis tugas. Pakai rumus sederhana: action verb + apa yang dikerjakan + hasilnya. Untuk pekerjaan lama, gunakan past tense (managed, created). Untuk pekerjaan yang masih berjalan, gunakan present tense (manage, create).
Contoh:
- Managed Instagram and TikTok accounts for a local coffee brand, increasing engagement by [X]%.
- Handled customer inquiries via WhatsApp and phone with a fast response time.
- Prepared weekly sales reports using Microsoft Excel.
Isi angka [X] dengan data asli kamu. Kalau tidak punya angka, cukup jelaskan dampaknya secara jujur.
5. Tulis Pendidikan dengan Istilah yang Tepat
Contoh penulisan untuk lulusan kuliah: Bachelor of Economics, Universitas Gadjah Mada, GPA 3.45/4.00, 2021–2025. Untuk lulusan SMA/SMK: Vocational High School (SMK Negeri 1 Surabaya), Accounting Major, 2020–2023. Cantumkan nama institusi dalam bahasa aslinya, jangan diterjemahkan.
Contoh Terjemahan Istilah yang Sering Dipakai
Ini daftar yang sering bikin bingung:
- Staf Administrasi → Administrative Staff
- Kasir → Cashier
- Magang → Intern atau Internship
- Pengalaman Organisasi → Organizational Experience
- Ketua Divisi Acara → Head of Events Division
- Mahir Microsoft Excel → Proficient in Microsoft Excel
- Pekerja Lepas → Freelancer
Untuk kemampuan bahasa, jujur saja. Tulis English (Intermediate) atau cantumkan skor TOEFL/IELTS kalau ada. Interview bisa saja dilakukan dalam bahasa Inggris, jadi jangan menulis Fluent kalau belum percaya diri.
Kesalahan Umum saat Membuat CV English
- Menerjemahkan mentah-mentah lewat Google Translate. Hasilnya sering kaku atau salah arti. Pakai sebagai draf, lalu rapikan sendiri.
- Mencampur dua bahasa. Kalau CV-nya English, semua bagian harus English, kecuali nama institusi dan nama perusahaan.
- Terlalu panjang. Fresh graduate cukup satu halaman, pekerja berpengalaman maksimal dua halaman.
- Tidak mengecek ejaan. Typo di CV English terlihat jelas. Minta bantuan teman yang lebih paham, atau pakai alat pengecek tata bahasa.
- Nama file asal-asalan. Gunakan nama seperti Rina-Putri-CV.pdf, bukan CV-final-revisi3.pdf.
- Satu CV untuk semua lowongan. Sesuaikan kata kunci dengan deskripsi pekerjaan supaya lebih cocok dengan penyaringan ATS.
Praktis Bikin CV Inggris dengan KerjaCV
Kalau kamu malas mengatur margin dan layout dari nol, KerjaCV menyediakan template CV yang ramah ATS dan bisa diisi dalam bahasa Inggris maupun Indonesia. Kamu tinggal mengetik isi tiap bagian, lalu mengunduhnya sebagai PDF. Tips hemat waktu: selesaikan dulu CV bahasa Indonesia kamu, duplikat, lalu terjemahkan bagian demi bagian. Dengan begitu, isi kedua versi tetap konsisten.
Checklist Sebelum Kirim
Cek poin berikut sebelum menekan tombol kirim:
- Format satu kolom, font standar, dan file berbentuk PDF
- Tidak ada data sensitif yang tidak perlu
- Setiap poin pengalaman diawali action verb
- Kata kunci dari iklan lowongan muncul secara wajar
- Tidak ada typo atau campuran bahasa
- Semua klaim, terutama level bahasa dan skill, bisa kamu pertanggungjawabkan saat interview
Pada dasarnya, cara membuat CV bahasa Inggris yang baik bukan soal kosakata rumit, melainkan kalimat singkat, jelas, dan jujur. Mulailah dari satu halaman yang rapi, lalu perbaiki seiring kamu belajar dari tiap lamaran.
Siap punya CV English yang rapi dan lolos seleksi otomatis? Buat CV ATS gratis di KerjaCV dan kirim lamaranmu hari ini dengan lebih percaya diri.