Sudah kirim lamaran ke belasan perusahaan, tapi inbox masih sepi? Tenang, kamu tidak sendirian. Salah satu hal yang sering terlewat adalah menanyakan kabar lamaran dengan sopan. Cara follow up lamaran kerja yang tepat bisa membuat namamu diingat HRD, tanpa terkesan memaksa atau mengganggu.
Di artikel ini, aku bahas kapan waktu yang pas, lewat kanal apa, contoh pesannya, dan kesalahan yang sebaiknya kamu hindari.
Kenapa Kamu Perlu Follow Up Lamaran?
Tim rekrutmen biasanya menerima banyak lamaran sekaligus, jadi wajar kalau ada yang tertumpuk. Pesan follow up yang singkat dan sopan bisa menunjukkan beberapa hal:
- Kamu benar-benar tertarik dengan posisinya, bukan sekadar kirim massal.
- Kamu punya etika komunikasi yang baik, nilai plus untuk banyak posisi.
- Kamu proaktif, tapi tetap tahu batas.
Perlu diingat, follow up bukan jaminan lolos. Tapi di antara dua kandidat dengan kualifikasi mirip, kandidat yang komunikasinya rapi biasanya lebih berkesan.
Kapan Waktu Terbaik untuk Follow Up?
Timingnya penting. Terlalu cepat terkesan tidak sabar, terlalu lama bisa membuat lowongan sudah terisi. Pegangan umumnya seperti ini:
- Setelah kirim lamaran: tunggu sekitar 5–7 hari kerja. Kalau di iklan lowongan ada batas waktu penutupan, tunggu sampai tanggal itu lewat.
- Setelah interview: kirim ucapan terima kasih dalam 24 jam. Kalau HRD sudah menyebut kapan kabar akan diberikan, tunggu sampai tenggat itu lewat, baru tanyakan.
- Kalau tidak ada tenggat jelas: tanyakan kabar sekitar 3–5 hari kerja setelah interview.
Kirim pesan di jam kerja, misalnya antara pukul 09.00 sampai 16.00, dan hindari akhir pekan atau malam hari. Pesanmu lebih mungkin terbaca dengan baik.
Cara Follow Up Lamaran Kerja Lewat Email, WhatsApp, dan LinkedIn
Pilih kanal yang sesuai dengan cara kamu melamar. Prinsipnya, ikuti kanal yang dipakai perusahaan.
1. Lewat Email
Ini pilihan paling aman dan profesional, terutama kalau kamu melamar lewat email. Tips praktisnya:
- Balas di thread email lamaran yang sama supaya HRD langsung melihat konteksnya.
- Pakai subjek yang jelas, misalnya: Follow Up Lamaran Staf Admin – Nama Kamu.
- Tulis maksimal 4–5 kalimat. HRD tidak punya waktu membaca pesan panjang.
Kalau kamu belum punya format email lamaran yang rapi, baca juga panduan kami soal surat lamaran via email.
2. Lewat WhatsApp
Gunakan WhatsApp hanya kalau HRD sendiri yang menghubungimu lewat nomor itu, atau nomor tersebut tercantum resmi di iklan lowongan. Jangan menghubungi nomor pribadi yang kamu cari-cari sendiri. Awali dengan salam, sebutkan nama dan posisi yang dilamar, lalu langsung ke inti pesan.
3. Lewat LinkedIn atau Portal Lowongan
Kalau melamar lewat LinkedIn, Jobstreet, Glints, atau Kalibrr, cek dulu status lamaranmu di dashboard. Statusnya bisa berubah dari "terkirim" menjadi "dilihat" atau "diproses". Kalau ada kontak recruiter di LinkedIn, kirim pesan singkat yang sopan. Hindari spam ke banyak orang di perusahaan yang sama.
Untuk rekrutmen BUMN atau CPNS, biasanya semua proses berjalan lewat portal resmi dengan jadwal pengumuman yang tetap. Jadi pantau pengumuman di situs resminya, tidak perlu follow up personal. Waspadai juga orang yang mengaku bisa "membantu lolos" dengan imbalan uang, karena itu penipuan.
Contoh Pesan Follow Up yang Bisa Kamu Pakai
Sesuaikan dengan namamu dan posisi yang dilamar, ya.
Template 1: Follow up setelah kirim lamaran
Subjek: Follow Up Lamaran Customer Service – Rina Putri Selamat siang, Bapak/Ibu. Saya Rina Putri, yang pada 12 Mei lalu melamar posisi Customer Service di perusahaan Bapak/Ibu melalui Jobstreet. Saya ingin menanyakan apakah lamaran saya sudah diterima dan bagaimana perkembangan proses seleksinya. Saya sangat tertarik bergabung dan siap memberikan informasi tambahan jika diperlukan. CV saya terlampir kembali untuk memudahkan. Terima kasih atas waktunya. Salam hormat, Rina Putri | 0812-xxxx-xxxx
Template 2: Follow up setelah interview
Selamat pagi, Pak Dimas. Terima kasih atas kesempatan interview kemarin untuk posisi Admin Gudang. Saya senang bisa mengetahui lebih jauh tentang tim dan target operasional perusahaan. Sesuai informasi, hasil seleksi akan diumumkan minggu ini. Jika ada perkembangan, mohon kabar dari Bapak. Saya tetap sangat antusias dengan posisi ini. Terima kasih.
Perhatikan polanya: salam, perkenalan singkat, tujuan jelas, ucapan terima kasih. Itu saja sudah cukup.
Kesalahan Saat Follow Up yang Harus Dihindari
- Menghubungi setiap hari. Satu kali follow up, maksimal dua kali dengan jeda minimal satu minggu.
- Bernada menuntut, seperti "Kenapa belum ada kabar?". Pakai kalimat yang netral dan ramah.
- Pesan terlalu panjang atau menceritakan ulang seluruh isi CV.
- Lupa menyebut posisi dan nama lengkap. HRD bisa menangani puluhan lowongan sekaligus.
- Bahasa terlalu santai, misalnya "Halo kak, lamaranku gimana nih?". Santai boleh, tapi tetap sopan dan rapi.
- Typo dan salah menulis nama perusahaan. Cek ulang sebelum kirim.
Kalau Tetap Tidak Dibalas, Apa yang Harus Dilakukan?
Sudah follow up dua kali tapi belum ada jawaban? Jangan berhenti di situ. Anggap saja lamaran itu belum berjodoh, lalu fokus ke peluang lain. Kamu bisa:
- Terus melamar ke beberapa lowongan lain secara paralel, jangan menunggu satu perusahaan.
- Catat semua lamaran di spreadsheet sederhana: nama perusahaan, posisi, tanggal kirim, dan tanggal follow up.
- Evaluasi CV-mu. Kalau banyak lamaran tidak mendapat respons, bisa jadi CV belum lolos seleksi otomatis (ATS) atau kurang menonjolkan pencapaian.
Di sini KerjaCV bisa membantu. Dengan template CV ATS yang rapi dan mudah dibaca sistem, peluang lamaranmu sampai ke meja HRD jadi lebih besar. Jadi kamu tidak hanya mengandalkan follow up, tapi juga memperkuat dokumen lamaranmu dari awal.
Kesimpulan
Intinya, cara follow up lamaran kerja yang baik itu sederhana: tepat waktu, singkat, sopan, dan lewat kanal yang sesuai. Tunggu 5–7 hari kerja setelah melamar, kirim terima kasih setelah interview, dan jangan mengirim pesan berulang-ulang. Setelah follow up, lanjutkan melamar ke tempat lain agar tetap punya banyak peluang.
Siap kirim lamaran dengan percaya diri? Pastikan CV-mu sudah rapi dan ramah ATS lebih dulu. Buat CV ATS gratis di KerjaCV dan mulai kirim lamaran yang lebih mudah dilirik HRD.