KerjaCV › Artikel

Cara Follow Up Lamaran Kerja yang Sopan (+ Template)

Mencari lowongan · 22 Oktober 2026 · 5 menit baca

Sudah kirim lamaran ke belasan perusahaan, tapi inbox masih sepi? Tenang, kamu tidak sendirian. Salah satu hal yang sering terlewat adalah menanyakan kabar lamaran dengan sopan. Cara follow up lamaran kerja yang tepat bisa membuat namamu diingat HRD, tanpa terkesan memaksa atau mengganggu.

Di artikel ini, aku bahas kapan waktu yang pas, lewat kanal apa, contoh pesannya, dan kesalahan yang sebaiknya kamu hindari.

Kenapa Kamu Perlu Follow Up Lamaran?

Tim rekrutmen biasanya menerima banyak lamaran sekaligus, jadi wajar kalau ada yang tertumpuk. Pesan follow up yang singkat dan sopan bisa menunjukkan beberapa hal:

Perlu diingat, follow up bukan jaminan lolos. Tapi di antara dua kandidat dengan kualifikasi mirip, kandidat yang komunikasinya rapi biasanya lebih berkesan.

Kapan Waktu Terbaik untuk Follow Up?

Timingnya penting. Terlalu cepat terkesan tidak sabar, terlalu lama bisa membuat lowongan sudah terisi. Pegangan umumnya seperti ini:

Kirim pesan di jam kerja, misalnya antara pukul 09.00 sampai 16.00, dan hindari akhir pekan atau malam hari. Pesanmu lebih mungkin terbaca dengan baik.

Cara Follow Up Lamaran Kerja Lewat Email, WhatsApp, dan LinkedIn

Pilih kanal yang sesuai dengan cara kamu melamar. Prinsipnya, ikuti kanal yang dipakai perusahaan.

1. Lewat Email

Ini pilihan paling aman dan profesional, terutama kalau kamu melamar lewat email. Tips praktisnya:

Kalau kamu belum punya format email lamaran yang rapi, baca juga panduan kami soal surat lamaran via email.

2. Lewat WhatsApp

Gunakan WhatsApp hanya kalau HRD sendiri yang menghubungimu lewat nomor itu, atau nomor tersebut tercantum resmi di iklan lowongan. Jangan menghubungi nomor pribadi yang kamu cari-cari sendiri. Awali dengan salam, sebutkan nama dan posisi yang dilamar, lalu langsung ke inti pesan.

3. Lewat LinkedIn atau Portal Lowongan

Kalau melamar lewat LinkedIn, Jobstreet, Glints, atau Kalibrr, cek dulu status lamaranmu di dashboard. Statusnya bisa berubah dari "terkirim" menjadi "dilihat" atau "diproses". Kalau ada kontak recruiter di LinkedIn, kirim pesan singkat yang sopan. Hindari spam ke banyak orang di perusahaan yang sama.

Untuk rekrutmen BUMN atau CPNS, biasanya semua proses berjalan lewat portal resmi dengan jadwal pengumuman yang tetap. Jadi pantau pengumuman di situs resminya, tidak perlu follow up personal. Waspadai juga orang yang mengaku bisa "membantu lolos" dengan imbalan uang, karena itu penipuan.

Contoh Pesan Follow Up yang Bisa Kamu Pakai

Sesuaikan dengan namamu dan posisi yang dilamar, ya.

Template 1: Follow up setelah kirim lamaran

Subjek: Follow Up Lamaran Customer Service – Rina Putri Selamat siang, Bapak/Ibu. Saya Rina Putri, yang pada 12 Mei lalu melamar posisi Customer Service di perusahaan Bapak/Ibu melalui Jobstreet. Saya ingin menanyakan apakah lamaran saya sudah diterima dan bagaimana perkembangan proses seleksinya. Saya sangat tertarik bergabung dan siap memberikan informasi tambahan jika diperlukan. CV saya terlampir kembali untuk memudahkan. Terima kasih atas waktunya. Salam hormat, Rina Putri | 0812-xxxx-xxxx

Template 2: Follow up setelah interview

Selamat pagi, Pak Dimas. Terima kasih atas kesempatan interview kemarin untuk posisi Admin Gudang. Saya senang bisa mengetahui lebih jauh tentang tim dan target operasional perusahaan. Sesuai informasi, hasil seleksi akan diumumkan minggu ini. Jika ada perkembangan, mohon kabar dari Bapak. Saya tetap sangat antusias dengan posisi ini. Terima kasih.

Perhatikan polanya: salam, perkenalan singkat, tujuan jelas, ucapan terima kasih. Itu saja sudah cukup.

Kesalahan Saat Follow Up yang Harus Dihindari

Kalau Tetap Tidak Dibalas, Apa yang Harus Dilakukan?

Sudah follow up dua kali tapi belum ada jawaban? Jangan berhenti di situ. Anggap saja lamaran itu belum berjodoh, lalu fokus ke peluang lain. Kamu bisa:

  1. Terus melamar ke beberapa lowongan lain secara paralel, jangan menunggu satu perusahaan.
  2. Catat semua lamaran di spreadsheet sederhana: nama perusahaan, posisi, tanggal kirim, dan tanggal follow up.
  3. Evaluasi CV-mu. Kalau banyak lamaran tidak mendapat respons, bisa jadi CV belum lolos seleksi otomatis (ATS) atau kurang menonjolkan pencapaian.

Di sini KerjaCV bisa membantu. Dengan template CV ATS yang rapi dan mudah dibaca sistem, peluang lamaranmu sampai ke meja HRD jadi lebih besar. Jadi kamu tidak hanya mengandalkan follow up, tapi juga memperkuat dokumen lamaranmu dari awal.

Kesimpulan

Intinya, cara follow up lamaran kerja yang baik itu sederhana: tepat waktu, singkat, sopan, dan lewat kanal yang sesuai. Tunggu 5–7 hari kerja setelah melamar, kirim terima kasih setelah interview, dan jangan mengirim pesan berulang-ulang. Setelah follow up, lanjutkan melamar ke tempat lain agar tetap punya banyak peluang.

Siap kirim lamaran dengan percaya diri? Pastikan CV-mu sudah rapi dan ramah ATS lebih dulu. Buat CV ATS gratis di KerjaCV dan mulai kirim lamaran yang lebih mudah dilirik HRD.

Cek skor CV-mu gratis, lalu perbaiki otomatis dengan AI.

Lihat bagian yang bikin CV-mu kurang dilirik HRD. Tanpa daftar, bisa dari HP.Cek skor CV gratis

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa lama sebaiknya menunggu sebelum follow up lamaran kerja?

Tunggu sekitar 5–7 hari kerja setelah mengirim lamaran, atau sampai batas penutupan lowongan lewat. Setelah interview, tunggu sesuai tenggat yang HRD sebutkan, atau sekitar 3–5 hari kerja kalau tidak ada kepastian.

Apakah boleh follow up lamaran lewat WhatsApp?

Boleh, selama nomor itu diberikan resmi oleh HRD atau tercantum di iklan lowongan. Gunakan bahasa sopan, sebutkan nama dan posisi yang dilamar, dan kirim di jam kerja.

Berapa kali boleh follow up lamaran kerja?

Cukup satu sampai dua kali dengan jeda minimal satu minggu. Kalau tetap tidak ada jawaban, fokus ke lowongan lain agar tidak terkesan memaksa.

Apa yang ditulis dalam email follow up setelah interview?

Sampaikan terima kasih atas kesempatan interview, sebut posisi yang dilamar, tegaskan minatmu, lalu tanyakan perkembangan seleksi dengan sopan. Cukup 4–5 kalimat.

Baca juga

Mencari lowongan

Cara Mencari Kerja di Jobstreet: Panduan Lengkap Pemula

Interview kerja

Pakaian Interview Kerja: Panduan Outfit Pria & Wanita

CV & surat lamaran

Cara Menulis Skill di CV: Contoh Hard & Soft Skill Terbaik